Senin, 13 April 2009

Anatomi Fisiologi

PEMERIKSAAN FISIS JANTUNG & ELEKTROKARDIOGRAM ( E K G)
BY : Fredy Akbar K
CP: 085255715162
A. PEMERIKSAAN FISIS JANTUNG
Tujuan percobaan
Mempelajari empat cara pemeriksaan fisis jantung
Menentukan letak apeks jantung
Menentukan batas – batas jantung
Mempelajari suara –suara yang ditimbulkan dari aktivitas jantung selama satu siklus jantung

Alat percobaan
Stetoskop
Spidol boardmarker

Review anfis jantung
Sirkulasi jantung
Paru (oksigenasi) V.pulmonal atrium kiri ventrikel kiri aorta jaringan (metabolisme) VCS & VCI atrium kanan ventrikel kanan A.pulmonal



Siklus jantung
Fase pengisisan
Fase kontraksi isovolumetrik
Fase relaksasi isovolumetrik
Fase ejeksi

Inspeksi (periksa pandang)
Palpasi (periksa raba)
Perkusi (Periksa Ketuk)
Auskultasi (periksa dengar)

Bunyi jantung I (S1)
Bunyi jantung II (S2)
Bunyi jantung III (S3)
Bunyi jantung IV (S4)

Defenisi
EKG ad/ grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari tentang EKG

B. Tujuan percobaan
Mengetahui cara pemeriksaan dan pembacaan hasil EKG
Mengetahui aktivitas jantung secara fisiologis
C. Alat dan Bahan Percobaan
Elektrokardiogram
Plat elektrode
Jelly elektrode/kapas alkohol
Kertas EKG
Kertas tissue
D. Manfaat pengukuran EKG
Untuk mengetahui :
adanya hipertropi atrium dan ventrikel
adanya infark miokardium
aritmia jantung
perikarditis
penyakit sistemik yg mempengaruhi jantung
pengaruh obat – obat jantung
gangguan metabolisme elektrolit
E. Sistem Konduksi Jantung
SA – Node (sino atrial node)
AV – Node (atrio ventrikuler node)
Berkas His
Serabut Purkinye
F. Jalur Exitasi jantung
Depolarisasi atrium di gambarkan dengan gelombang P
Depolarisasi ventrikel digambarkan dengan gelombang QRS
Repolarisasi Ventrikel digambarkan dengan gelombang T
G. Sadapan EKG
Sadapan Bipolar : LEAD I, LEAD II, LEAD III
Sadapan Unipolar :
sadapan ekstremitas
sadapan pericordial
H. Interpretasi EKG
frekuensi (Heart Rate)
Irama (Rhythm)
Gelombang P
Interval P – R
Gelombang/kompleks QRS
Segment S – T
Gelombang T

--------------------------------------------------------------------------------------------------
TEKANAN DARAH ARTERI PADA MANUSIA

TDA Gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah
TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari cara pengukuran tekanan darah arteri.
Mempelajari faktor2 yang dapat mempengaruhi tekanan darah secara fisiologis.
ALAT
Stetoskop
Sphigmomanometer
Manometer air raksa/aneroid
CARA KERJA
Cara Palpasi/Meraba
Tekanan darah sistol
Cara Auskultasi/Mendengarkan
Tekanan darah sistol + diastol
Cara Osilasi/Melihat gerakan osilasi
Tekanan darah sistol + diastol


Tekanan sistol max. darah dalam arteri pd saat jantung berkontraksi.

Tekanan diastol min. darah dalam arteri pd saat jantung berelaksasi.

Tekanan nadi perbandingan antara tekanan sistol dan tekanan diastol.

Ket :
TDA = Tekanan darah arteri
CO = Cardiac Output ( curah jantung ) jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel tiap menit, N = 5 L/menit.
TPR = Tahanan perifer total ukuran hambatan terhadap aliran darah melalui dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh friksi ( gesekan ) antara aliran darah yang mengalir dengan pembuluh darah.
HR = Heart Rate/Frekwensi denyut jantung ( N=60-80 x/menit )
SV = Stroke Volume/Volume sekuncup ( N = 70 ml/denyut )
Rumus TDA dipengaruhi oleh :
Kontraktilitas otot jantung : kemampuan jantung untuk berkontraksi.
Freeload : beban kerja yang diberikan oleh ventrikel sebelum berkontraksi.
Afterload : beban kerja yang diberikan oleh ventrikel pada saat berkontraksi.
Atrium kanan Ventrikel kanan ( malalui katup trikuspid) Paru-paru ( malalui arteri pulmonalis ) Atrium kiri ( malalui vena pulmonal ) Ventrikel kiri ( melalui katup bikuspid ) Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui vena cava superior dan vena cava inferior.

Pengaruh istirahat
Pengaruh perubahan sikap
Pengaruh kerja otot
Pengaruh berfikir
Pengaruh Valsava ( Ekspirasi )
Pengaruh Muller ( Inspirasi )

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Mikrosirkulasi
By: Fredy Akbar K
Cp : 085255715162
Defenisi
Tujuan percobaan
1. Mempelajari susunan
mikrosirkulasi ( kapilaroskopi ).
2. Melihat aliran darah melalui
susunan ini.
3. Melihat beberapa faktor terhadap
mikrosirkulasi.
Alat dan bahan
Mikroskop
Katak
Papan Lilin
Pinset
Jarum Pentul
Spoit
Tissue
Handskun

An_fis pembuluh darah pada mikrosirkulasi
Arteri
Arteriole
Kapiler
Venula
Vena kecil
Melihat aliran darah melalui susunan mikrosirkulasi
Bagaimana kecepatan aliran normal
Kapan aliran darah cepat
Kapan aliran darah lambat
Pengaruh aliran terhadap kapiler dan jaringan


Faktor-faktor yang mempengaruhi proses mikrosirkulasi
Vasokontriktor
Contoh : - Adrenalin
- Epinefrin
- Angiotensin
- Vasopresin
- Air dingin
Sekian
&
Terimakasih

--------------------------------------------------------------------------------------------------



A. Defenisi
BJU ad pengukuran berat jenis urine untuk evaluasi umum terhadap sistem eropoetik maupun stasus kesehatan.
Urine merupakan hasil metabolisme yang dikeluarkan tubuh melalui ginjal
Rumus BJU :
BJU = BJ terbaca + (suhu kamar – suhu tera) x 0,001
3
Ket :
BJU Normal = 1,005 – 1,030
Suhu Kamar = 27 o C
Suhu Tera di Urinometer = 20 o C

B. Tujuan Percobaan
Mengukur BJU (Berat Jenis Urine)
Melihat Fungsi Ginjal Dalam Pemekatan dan Pengenceran Urine
C. Alat dan Bahan
Gelas penampung dan gelas ukur
Urinometer
Strip untuk urinalis (Combistik)
Air 1,5 Liter
Tissue
Urine
D. Cara Kerja
Membandingkan Berat Jenis Urine dengan air (H2O) Pada Volume yang Sama
Menggunakan Reagen Strip
ANFIS SISTEM PERKEMIHAN
Ginjal
Ureter
Kandung Kemih
Uretra
Pemekatan dan Pengenceran
Pemekatan = Dehidrasi (Kekurangan cairan)
Pengenceran = Overhidrasi (Kelebihan cairan)


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SPIROMETRI
By
Fredy Akbar K.
Spirometri
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume udara yang dihirup dan dihembuskan paru-paru.
Tujuan Percobaan :

1. Mengukur volume dan kapasitas paru-paru
dengan spirometri
2. Menentukan Peak Flow Rate//Maximal Flow
Alat-Alat yang Dibutuhkan :
Spirometri
Kapas Alkohol


ANATOMI SISTEM PERNNAPASAN

Mekanisme bernapas
Ventilas Udara masuk ke ventilasi utama (hidung) karena perbedaan tekanan udara pada atmosfer dan paru-paru yang disebabkan oleh kontraksi otot inspirasi.

2. Difusi Pertukaran gas antara oksigen dan karobondioksida antara kapiler paru dan alveoli.



3. Transfor oksigen dan Karbondioksida

Volume yang Dapat Diukur Oleh Spirometri
TD (Tidal Volume)
VCI (Volume Cadangan Inspirasi)
KI (Kapasitas Inspirasi)
VCE (Volume Cadangan Ekspirasi)
VR (Volume Residual)
KRF (Kapasitas Residual Fungsional)
KV (Kapasitas Vital)
KPT (Kapasitas Paru Total)
Terima Kasih

“Belajar adalah sebuah proses,dan sebuah proses butuh kesabaran.”




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FISIOLOGI SEL SARAF DAN SARAF PUSAT
Citra Rosyidah
FUNGSI SISTEM SARAF
Mengatur berbagai fungsi organ di dalam tubuh secara terintegrasi (manusia beradaptasi dengan lingkungannya)
Menerima berbagai informasi (mengkoordinasi semua aktifitas organ di dalam tubuh manusia)
Merencanakan, mengorganisasi tingkah laku
Susunan Saraf Manusia
Neuron, sekitar 1 triliun, berfungsi untuk menerima, menyimpan dan menyebar impuls listrik (informasi)
Neurolgia  Sel penyokong untuk neuron SSP
Sifat unik  ekspresi gen ,perkembangan dan pengalaman individu. Struktur dan fungsi neuron berkembang seiring perkembangan fgs sensorik dan motorik


Metabolisme neuron
Menghasilkan energi kimia dari oksidasi nutrisi untuk mempertahankan dan memperbaiki dirinya sendiri.
Menggunakan glukosa sebagai sumber energinya sangat tergantung dari metabolisme oksidatif.
Sebagai neurotransmiter.
STRUKTUR FUNGSIONAL NEURON
Daerah reseptor (dendritic zone)  perubahan potensial lokal berasal dari berbagai hubungan sinaptik diintegrasikan
Segmen awal  aksi potensial mulai di propagasikan
Akson penyebaran aksi potensial
Ujung saraf (nerve ending) pelepasan neurotransmitter




Myelin sheath 
Menyelubungi sebagian besar akson, kecuali Nodus Ranvier (NR)
SSPusat  Oligodendrosit (bagian neuroglia)
SSPerifer  Schwan
Mempunyai resistensi listrik yg tinggi isolator  aktifitas listrik membran hanya terjadi di Nodus Ranvier konduksi Saltatoris (meloncat)

Konduksi Saltatoris
Konduksi pada akson yg bermielin  hantaran meloncat (salto) dari NR ke NR berikutnya karena aktifitas listrik (depolarisasi) hanya terjadi di NR
Hantaran impuls lebih cepat
Lebih hemat energi karena depolarisasi hanya terjadi di NR


Sistem saraf pusat
Dilindungi oleh tulang tengkorak dan tulang belakang
Terdiri dari otak dan medulla spinalis.
Dilindungi oleh suspensi dalam CSF yang di bentuk dalam ventrikel otak.
Diliputi 3 lapis jaringan yaitu : duramater,arakhnoid,piamater.
SUSUNAN SISTEM SARAF
Reseptor sensoris : reseptor visualis, reseptor auditoris, reseptor taktil.
Informasi : dari saraf spinal menuju
1. Medulla spinalis
2. Medulla, pons mesenchepalon
3. Cerebellum
4. Thalamus
5. Korteks cerebri
Efektor : saraf motoris



Sel Neuroglia
- Sel penyokong untuk neuron SSP
- Menyusun 40% volume otak dan medulla
spinalis.

Sel Neuroglia
Sel neuroglia (oligodendroglia, ependima,astroglia, mikroglia)
Sel Schwan
Setengah volume otak
Tidak menyebarkan impuls listrik
Kemampuan untuk membelah sepanjang kehidupan
Fagosit
Sekresi GABA & Asetilkolin
Astrosit sebagai penyangga ion K  epilepsi
Blood brain barrier

4 sel neuroglia berhasil di identifikasi :
Mikroglia
Ependima
Astroglia
Oligodendroglia

Microglia :
Mempunyai sifat fagosit
Bertugas mencernakan sisa jaringan yang rusak
Ditemukan di seluruh SSP  berperan penting dalam proses melawan infeksi



Ependima :
- Berperan dalam produksi CSF
Neuroglia yang membatasi sistem ventrikel SSP
Merupakan epitel dari pleksus koroideus venrikel otak

Astroglia :
Menyediakan nutrisi esensial yang diperlukan oleh neuron
Membantu neuron neuron mempertahankan potensial bioelektris yg sesuai untuk konduksi impuls dan transmisi sinaptik

Oligodendroglia
Bertanggung jawab menghasilkan myelin dalam SSP
Setiap oligodendroglion mengelilingi beberapa neuron
Membran plasmanya membungkus tonjolan neuron  terbentuk selubung mielin.



Thank You

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar