Senin, 20 April 2009

DARAH

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua hewan tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme.

Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan crustaceae. Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau muda, biru, atau kuning oranye).

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Darah manusia

Sampel darah

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia bewarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

[sunting] Komposisi

Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-

[sunting] Kesehatan

Luka bisa menyebabkan kehilangan darah yang parah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.

Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa.

Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat dan kemudian memakan sel darah putih yang normal.

Pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada operasi), dan juga penyakit darah seperti anemia dan thalassemia, yang memerlukan transfusi darah. Beberapa negara mempunyai bank darah untuk memenuhi permintaan untuk transfusi darah. Penerima darah perlu mempunyai jenis darah yang sama dengan penyumbang.

Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis.

Dalam berbagai kepentingan diagnosis penyakit, tekanan darah memiliki peranan yang amat penting.

[sunting] Kepercayaan

Karena darah memiliki fungsi penting yang besar terhadap kehidupan, darah dikaitkan dengan beberapa kepercayaan.

  • Umat Kristen percaya bahwa anggur upacara Ekaristi melambangkan darah Yesus Kristus yang ditumpahkan untuk menebus dosa manusia.
  • Vampir adalah makhluk fiksi yang dipercayai terus hidup dengan menghisap darah orang yang masih hidup.
  • Agama Islam melarang penganutnya memakan/meminum darah.
  • Dalam teori Abad Pertengahan salah satu dari empat unsur badan, darah dikaitkan dengan unsur api dan riang dan pelahap yang dikenali sebagai mempunyai perwatakan "berdarah".

Senin, 13 April 2009

Anatomi Fisiologi

PEMERIKSAAN FISIS JANTUNG & ELEKTROKARDIOGRAM ( E K G)
BY : Fredy Akbar K
CP: 085255715162
A. PEMERIKSAAN FISIS JANTUNG
Tujuan percobaan
Mempelajari empat cara pemeriksaan fisis jantung
Menentukan letak apeks jantung
Menentukan batas – batas jantung
Mempelajari suara –suara yang ditimbulkan dari aktivitas jantung selama satu siklus jantung

Alat percobaan
Stetoskop
Spidol boardmarker

Review anfis jantung
Sirkulasi jantung
Paru (oksigenasi) V.pulmonal atrium kiri ventrikel kiri aorta jaringan (metabolisme) VCS & VCI atrium kanan ventrikel kanan A.pulmonal



Siklus jantung
Fase pengisisan
Fase kontraksi isovolumetrik
Fase relaksasi isovolumetrik
Fase ejeksi

Inspeksi (periksa pandang)
Palpasi (periksa raba)
Perkusi (Periksa Ketuk)
Auskultasi (periksa dengar)

Bunyi jantung I (S1)
Bunyi jantung II (S2)
Bunyi jantung III (S3)
Bunyi jantung IV (S4)

Defenisi
EKG ad/ grafik yang merekam perubahan potensial listrik jantung yang dihubungkan dengan waktu
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari tentang EKG

B. Tujuan percobaan
Mengetahui cara pemeriksaan dan pembacaan hasil EKG
Mengetahui aktivitas jantung secara fisiologis
C. Alat dan Bahan Percobaan
Elektrokardiogram
Plat elektrode
Jelly elektrode/kapas alkohol
Kertas EKG
Kertas tissue
D. Manfaat pengukuran EKG
Untuk mengetahui :
adanya hipertropi atrium dan ventrikel
adanya infark miokardium
aritmia jantung
perikarditis
penyakit sistemik yg mempengaruhi jantung
pengaruh obat – obat jantung
gangguan metabolisme elektrolit
E. Sistem Konduksi Jantung
SA – Node (sino atrial node)
AV – Node (atrio ventrikuler node)
Berkas His
Serabut Purkinye
F. Jalur Exitasi jantung
Depolarisasi atrium di gambarkan dengan gelombang P
Depolarisasi ventrikel digambarkan dengan gelombang QRS
Repolarisasi Ventrikel digambarkan dengan gelombang T
G. Sadapan EKG
Sadapan Bipolar : LEAD I, LEAD II, LEAD III
Sadapan Unipolar :
sadapan ekstremitas
sadapan pericordial
H. Interpretasi EKG
frekuensi (Heart Rate)
Irama (Rhythm)
Gelombang P
Interval P – R
Gelombang/kompleks QRS
Segment S – T
Gelombang T

--------------------------------------------------------------------------------------------------
TEKANAN DARAH ARTERI PADA MANUSIA

TDA Gaya yang ditimbulkan oleh darah terhadap dinding pembuluh darah
TUJUAN PERCOBAAN
Mempelajari cara pengukuran tekanan darah arteri.
Mempelajari faktor2 yang dapat mempengaruhi tekanan darah secara fisiologis.
ALAT
Stetoskop
Sphigmomanometer
Manometer air raksa/aneroid
CARA KERJA
Cara Palpasi/Meraba
Tekanan darah sistol
Cara Auskultasi/Mendengarkan
Tekanan darah sistol + diastol
Cara Osilasi/Melihat gerakan osilasi
Tekanan darah sistol + diastol


Tekanan sistol max. darah dalam arteri pd saat jantung berkontraksi.

Tekanan diastol min. darah dalam arteri pd saat jantung berelaksasi.

Tekanan nadi perbandingan antara tekanan sistol dan tekanan diastol.

Ket :
TDA = Tekanan darah arteri
CO = Cardiac Output ( curah jantung ) jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel tiap menit, N = 5 L/menit.
TPR = Tahanan perifer total ukuran hambatan terhadap aliran darah melalui dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh friksi ( gesekan ) antara aliran darah yang mengalir dengan pembuluh darah.
HR = Heart Rate/Frekwensi denyut jantung ( N=60-80 x/menit )
SV = Stroke Volume/Volume sekuncup ( N = 70 ml/denyut )
Rumus TDA dipengaruhi oleh :
Kontraktilitas otot jantung : kemampuan jantung untuk berkontraksi.
Freeload : beban kerja yang diberikan oleh ventrikel sebelum berkontraksi.
Afterload : beban kerja yang diberikan oleh ventrikel pada saat berkontraksi.
Atrium kanan Ventrikel kanan ( malalui katup trikuspid) Paru-paru ( malalui arteri pulmonalis ) Atrium kiri ( malalui vena pulmonal ) Ventrikel kiri ( melalui katup bikuspid ) Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui vena cava superior dan vena cava inferior.

Pengaruh istirahat
Pengaruh perubahan sikap
Pengaruh kerja otot
Pengaruh berfikir
Pengaruh Valsava ( Ekspirasi )
Pengaruh Muller ( Inspirasi )

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Mikrosirkulasi
By: Fredy Akbar K
Cp : 085255715162
Defenisi
Tujuan percobaan
1. Mempelajari susunan
mikrosirkulasi ( kapilaroskopi ).
2. Melihat aliran darah melalui
susunan ini.
3. Melihat beberapa faktor terhadap
mikrosirkulasi.
Alat dan bahan
Mikroskop
Katak
Papan Lilin
Pinset
Jarum Pentul
Spoit
Tissue
Handskun

An_fis pembuluh darah pada mikrosirkulasi
Arteri
Arteriole
Kapiler
Venula
Vena kecil
Melihat aliran darah melalui susunan mikrosirkulasi
Bagaimana kecepatan aliran normal
Kapan aliran darah cepat
Kapan aliran darah lambat
Pengaruh aliran terhadap kapiler dan jaringan


Faktor-faktor yang mempengaruhi proses mikrosirkulasi
Vasokontriktor
Contoh : - Adrenalin
- Epinefrin
- Angiotensin
- Vasopresin
- Air dingin
Sekian
&
Terimakasih

--------------------------------------------------------------------------------------------------



A. Defenisi
BJU ad pengukuran berat jenis urine untuk evaluasi umum terhadap sistem eropoetik maupun stasus kesehatan.
Urine merupakan hasil metabolisme yang dikeluarkan tubuh melalui ginjal
Rumus BJU :
BJU = BJ terbaca + (suhu kamar – suhu tera) x 0,001
3
Ket :
BJU Normal = 1,005 – 1,030
Suhu Kamar = 27 o C
Suhu Tera di Urinometer = 20 o C

B. Tujuan Percobaan
Mengukur BJU (Berat Jenis Urine)
Melihat Fungsi Ginjal Dalam Pemekatan dan Pengenceran Urine
C. Alat dan Bahan
Gelas penampung dan gelas ukur
Urinometer
Strip untuk urinalis (Combistik)
Air 1,5 Liter
Tissue
Urine
D. Cara Kerja
Membandingkan Berat Jenis Urine dengan air (H2O) Pada Volume yang Sama
Menggunakan Reagen Strip
ANFIS SISTEM PERKEMIHAN
Ginjal
Ureter
Kandung Kemih
Uretra
Pemekatan dan Pengenceran
Pemekatan = Dehidrasi (Kekurangan cairan)
Pengenceran = Overhidrasi (Kelebihan cairan)


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SPIROMETRI
By
Fredy Akbar K.
Spirometri
Adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume udara yang dihirup dan dihembuskan paru-paru.
Tujuan Percobaan :

1. Mengukur volume dan kapasitas paru-paru
dengan spirometri
2. Menentukan Peak Flow Rate//Maximal Flow
Alat-Alat yang Dibutuhkan :
Spirometri
Kapas Alkohol


ANATOMI SISTEM PERNNAPASAN

Mekanisme bernapas
Ventilas Udara masuk ke ventilasi utama (hidung) karena perbedaan tekanan udara pada atmosfer dan paru-paru yang disebabkan oleh kontraksi otot inspirasi.

2. Difusi Pertukaran gas antara oksigen dan karobondioksida antara kapiler paru dan alveoli.



3. Transfor oksigen dan Karbondioksida

Volume yang Dapat Diukur Oleh Spirometri
TD (Tidal Volume)
VCI (Volume Cadangan Inspirasi)
KI (Kapasitas Inspirasi)
VCE (Volume Cadangan Ekspirasi)
VR (Volume Residual)
KRF (Kapasitas Residual Fungsional)
KV (Kapasitas Vital)
KPT (Kapasitas Paru Total)
Terima Kasih

“Belajar adalah sebuah proses,dan sebuah proses butuh kesabaran.”




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FISIOLOGI SEL SARAF DAN SARAF PUSAT
Citra Rosyidah
FUNGSI SISTEM SARAF
Mengatur berbagai fungsi organ di dalam tubuh secara terintegrasi (manusia beradaptasi dengan lingkungannya)
Menerima berbagai informasi (mengkoordinasi semua aktifitas organ di dalam tubuh manusia)
Merencanakan, mengorganisasi tingkah laku
Susunan Saraf Manusia
Neuron, sekitar 1 triliun, berfungsi untuk menerima, menyimpan dan menyebar impuls listrik (informasi)
Neurolgia  Sel penyokong untuk neuron SSP
Sifat unik  ekspresi gen ,perkembangan dan pengalaman individu. Struktur dan fungsi neuron berkembang seiring perkembangan fgs sensorik dan motorik


Metabolisme neuron
Menghasilkan energi kimia dari oksidasi nutrisi untuk mempertahankan dan memperbaiki dirinya sendiri.
Menggunakan glukosa sebagai sumber energinya sangat tergantung dari metabolisme oksidatif.
Sebagai neurotransmiter.
STRUKTUR FUNGSIONAL NEURON
Daerah reseptor (dendritic zone)  perubahan potensial lokal berasal dari berbagai hubungan sinaptik diintegrasikan
Segmen awal  aksi potensial mulai di propagasikan
Akson penyebaran aksi potensial
Ujung saraf (nerve ending) pelepasan neurotransmitter




Myelin sheath 
Menyelubungi sebagian besar akson, kecuali Nodus Ranvier (NR)
SSPusat  Oligodendrosit (bagian neuroglia)
SSPerifer  Schwan
Mempunyai resistensi listrik yg tinggi isolator  aktifitas listrik membran hanya terjadi di Nodus Ranvier konduksi Saltatoris (meloncat)

Konduksi Saltatoris
Konduksi pada akson yg bermielin  hantaran meloncat (salto) dari NR ke NR berikutnya karena aktifitas listrik (depolarisasi) hanya terjadi di NR
Hantaran impuls lebih cepat
Lebih hemat energi karena depolarisasi hanya terjadi di NR


Sistem saraf pusat
Dilindungi oleh tulang tengkorak dan tulang belakang
Terdiri dari otak dan medulla spinalis.
Dilindungi oleh suspensi dalam CSF yang di bentuk dalam ventrikel otak.
Diliputi 3 lapis jaringan yaitu : duramater,arakhnoid,piamater.
SUSUNAN SISTEM SARAF
Reseptor sensoris : reseptor visualis, reseptor auditoris, reseptor taktil.
Informasi : dari saraf spinal menuju
1. Medulla spinalis
2. Medulla, pons mesenchepalon
3. Cerebellum
4. Thalamus
5. Korteks cerebri
Efektor : saraf motoris



Sel Neuroglia
- Sel penyokong untuk neuron SSP
- Menyusun 40% volume otak dan medulla
spinalis.

Sel Neuroglia
Sel neuroglia (oligodendroglia, ependima,astroglia, mikroglia)
Sel Schwan
Setengah volume otak
Tidak menyebarkan impuls listrik
Kemampuan untuk membelah sepanjang kehidupan
Fagosit
Sekresi GABA & Asetilkolin
Astrosit sebagai penyangga ion K  epilepsi
Blood brain barrier

4 sel neuroglia berhasil di identifikasi :
Mikroglia
Ependima
Astroglia
Oligodendroglia

Microglia :
Mempunyai sifat fagosit
Bertugas mencernakan sisa jaringan yang rusak
Ditemukan di seluruh SSP  berperan penting dalam proses melawan infeksi



Ependima :
- Berperan dalam produksi CSF
Neuroglia yang membatasi sistem ventrikel SSP
Merupakan epitel dari pleksus koroideus venrikel otak

Astroglia :
Menyediakan nutrisi esensial yang diperlukan oleh neuron
Membantu neuron neuron mempertahankan potensial bioelektris yg sesuai untuk konduksi impuls dan transmisi sinaptik

Oligodendroglia
Bertanggung jawab menghasilkan myelin dalam SSP
Setiap oligodendroglion mengelilingi beberapa neuron
Membran plasmanya membungkus tonjolan neuron  terbentuk selubung mielin.



Thank You

KARDIOVASKULER

Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah

oleh Michael H. Hart

Indeks Iptek | Indeks Artikel


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

57 WILLIAM HARVEY 1578-1657

Dokter tenar Inggris, William Harvey, penemu peredaran darah dan fungsi jantung, dilahirkan tahun 1578 di kota Folkstone, Inggris. Bukunya yang masyhur An Anatomical Treatise on the Movement of the Heart and Blood in Animals (Gerak otomatis anatomi jantung dan darah binatang) terbit tahun 1628, tepat sekali jika disebut sebuah buku penting di sepanjang sejarah fisiologi. Memang, nyatanya merupakan titik mula lahirnya ilmu fisiologi modern. Arti penting utamanya tidaklah terletak pada penggunaan langsungnya melainkan pada peletakan pengertian dasar yang menjelaskan bagaimana tubuh manusia bekerja.

Untuk kita sekarang yang dibesarkan dengan pengetahuan peredaran darah, akan menganggap teori Harvey sebagai sesuatu yang sepenuhnya jelas. Tetapi, apa yang kini tampak sederhana dan nyata, tidaklah begitu halnya bagi para biolog jaman lampau. Penulis-penulis terkemuka di bidang biologi telah memaparkan pelbagai pendapat, antara lain: (1) makanan diubah jadi darah di jantung; (2) jantung menghangatkan makanan; (3) saluran darah dari jantung ke tubuh dipenuhi udara; (4) jantung membuat "roh vital"; (5) darah, baik dalam pembuluh dari dan ke jantung mengalir maupun surut sering menuju jantung dan sering menjauhi jantung.

Galen, dokter besar di jaman dulu, orang yang secara pribadi meneliti dan merenungkan dengan cermat tentang jantung dan saluran darah, tak pernah menduga bahwa darah bersirkulasi. Juga hal ini lolos dari pengamatan Aristoteles kendati dia menaruh perhatian utama terhadap biologi. Bahkan sesudah penerbitan buku Harvey pun banyak dokter yang ogah-ogahan menerima pendapat bahwa darah dalam tubuh manusia secara tetap berputar dalam saluran pada sistem yang tetap, dan jantung menyediakan tenaga untuk mengalirkan darah itu.

Harvey pertama-tama menyusun pendapat tentang sirkulasi darah itu dengan jalan membuat perhitungan secara arithmatik yang sederhana. Dia memperkirakan bahwa jumlah darah yang dipancarkan oleh tiap denyut jantung sekitar 2 ons. Karena jantung berdenyut 72 kali per menit, penjumlahannya dapat disimpulkan sekitar 540 pon darah dipancarkan tiap jam ke dalam aorta. Tetapi, jumlah yang 540 pon melebihi jumlah berat badan seorang manusia normal, bahkan jauh melebihi jumlah berat badan itu sendiri. Karena itu jelas buat Harvey bahwa darah yang sama secara tetap berputar lewat jantung. Sesudah merumuskan hipotesa ini, sembilan tahun lamanya dia pergunakan untuk melakukan percobaan-percobaan dan melakukan penyelidikan teliti untuk menentukan perincian peredaran darah.

Dalam bukunya, Harvey dengan jelas menyatakan bahwa arteri membawa darah dari jantung sedangkan vena membawa darah kembali ke jantung. Karena ketiadaan mikroskop, Harvey tidak dapat melihat kapiler, urat darah terkecil yang membawa darah dari arteri terkecil ke vena, tetapi dengan persis dia menyimpulkan adanya itu. (Kapiler diketemukan oleh biolog Itali Malpighi, beberapa tahun sesudah matinya Harvey).

Harvey juga menandaskan bahwa fungsi jantung ialah memompa darah ke dalam arteri. Dalam segi ini --seperti juga dalam pendapat-pendapat pentingnya yang lain-- teori Harvey sepenuhnya benar. Lebih jauh dari itu dia menyuguhkan hasil percobaan yang amat berharga dengan topangan alasan yang kuat. Meskipun pada awalnya teori Harvey mendapat tantangan sengit, tetapi di akhir hayatnya teorinya diterima.

Harvey juga berkecimpung dalam bidang embryologi, meskipun kurang begitu penting dibanding penyelidikannya dalam hal peredaran darah, bukanlah hal yang patut disepelekan. Dia merupakan seorang pengamat yang cermat, dan bukunya On the Generation of Animals (Tentang generasi dunia binatang) yang diterbitkan tahun 1651 menunjukkan permulaan yang sesungguhnya bidang ilmu embryologi. Seperti halnya Aristoteles, yang mempengaruhinya kuat sekali, Harvey menolak teori bahwa struktur keseluruhan tubuh binatang yang semuda apa pun sama dengan binatang dewasa, dengan perbedaan hanya pada ukuran. Harvey dengan tepat menyatakan struktur final sebuah embryo tumbuh secara tahap demi tahap.

Harvey hampir sepanjang hidupnya diliputi bahagia, sukses, dan menarik. Pada umur belasan dia memasuki Universitas Cambrige. Di tahun 1600 dia pergi ke Itali belajar kedokteran di Universitas Padua, yang saat itu boleh dibilang sekolah kedokteran terbaik di dunia. (Perlu dicatat, Galileo jadi gurubesar di situ tatkala Harvey belajar di sana, meski tak bisa dipastikan apakah keduanya pernah ketemu muka). Dia tamat di Padua tahun 1602, balik ke Inggris, menjalankan praktek kedokteran lama sekali, dan sukses. Diantara sekian banyak pasiennya terdapat dua raja Inggris (James I dan Charles I), tak ketinggalan filosof beken Francis Bacon. Sambil itu, dia mengajar di perguruan tinggi kedokteran di London dan pernah terpilih jadi rektor yang ditolaknya. Dan di samping melakukan praktek pribadi, dia menjadi dokter kepala di Rumah Sakit St. Bartholomew, London. Tatkala bukunya tentang peredaran darah diterbitkan tahun 1628, mendadak namanya tenar di seluruh Eropa. Dia kawin, tetapi tak punya anak. Di umur tujuh puluh enam tahun dia menutup mata di London.